Medan. Fungsionaris Dewan Pimpinan Wilayah Perserikatan Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia Sumatera Utara (DPW Permatani Sumut) periode 2017-2022 dikukuhkan di Aula Gedung Bank Indonesia (BI) Medan, Rabu (11/1).

Pengukuhan pengurus yang dihadiri Gubernur Sumut HT Erry Nurady dan sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) ditandai penyerahan bendera pataka Permatani oleh Ketua Umum (Ketum) DPP Permatani  Dr Moch Zahir La Andjo kepada Ketua DPW Permatani Sumut Khairul Mahalli.

Ketum DPP Permatani Moch Zahir dalam sambutannya menyebut, Permatani yang dibentuk tahun 2014 dimotivasi keprihatinan atas keadaan petani dan nelayan di Indonesia yang tidak memiliki kemampuan dalam buying power (saat membeli) bahan yang dibutuhkan maupun selling power (saat menjual) hasil produksi.

Dipaparkannya, Permatani lahir dengan visi dan missi untuk mencerdaskan, memberdayakan, memasarkan dan mensejahterakan para anggota organisasi tersebut.

Untuk memberdayakan para anggota, kata Zahir, maka Permatani dibagi dua kelompok yakni permatani produksi yang dibentuk di sentra-sentra produksi komoditas pertanian dan Permatani Pasar yang sudah terbentuk di beberapa daerah di antaranya Sidoarjo dan Surabaya. “Kedua (bentuk) organisasi Permatani tersebut berpeluang dibentuk di Sumut sesuai kondisi dan potensi Sumut,” katanya.